SELAMAT DATANG

Kamis, 24 Oktober 2013

KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KALIMAT EFEKTIF DALAM KARANGAN NARASI SISWA SMP KELAS IX SMP NEGERI 1 LAINEA #

NAMA : NENI SRI YUNINGSIH

NAMA            : JULIA
NOMOR STAMBUK        : A1D1 06 089
PROGRAM STUDI        : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
   JUDUL PENELITIA    :KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KALIMAT EFEKTIF         DALAM KARANGAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1  LAINEA
DOSEN PEMBIMBING    : PEMBIMBING I : Drs. La Yani Konisi, M.Hum
                  PEMBIMBING II : Drs. Fahrudin Hanafi, M.pd
Tahun skripsi                           : 2011


ABSTRAK

1.    PENDAHULUAN
1.1    latar belakang
1.2    kajian teori
2.      METODE PENELITIAN
3.     HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

DAFTAR PUSTAKA


                  







ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataaan bahwa materi  kalimat efektif merupakan salah stau materi pelajaran bahasa indonesia di sekolah menengah pertama, sehingga perlu mendapat perhatiah karena penguasaan kalimat efektif siswa dapat berimplikasi pada penggunaan bahasa indonesia untuk berkomunikasi lisan baik tertulis. Berdasarkan kenyataan tersebut maka masalah yang diangkat dalam penelitain ini adalah “ Bagaimanakah Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif Dalam Karangan Siswa IX SMP Negeri 1 Lainea?”
Tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif dalam karangan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Lainea. Manfaat yang diharapkan adalah (1) dapat memberikan informasi faktual mengenai Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif dalam Karangan Siswa IX SMP Negeri 1 Lainea; (2) sebagai gbahan masukan sebagai guru bahasa dan sastra indonesia dalam rangka peningkatan kualitas pengajaran bahasa indonesia khususnya pengajaraa kalaimata efektif di kelas IX Negeri Lainea: (3) hasil penelitian ini diharapakan dapat menjadi bahan informasi bagi peneliti dalam usaha- usaha penelitian lanjutan yang sifatnya lebih luas dan mendalam
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu tes tertulis.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 48 responden dalam penelitian ini dapat menyusun kaliamat sebanyak 716 kalimat. Dari jumlah tersebut kalimat yang efektif dari aspek kelengkapan sebanyak 440 kailmat (61,45%); dari aspek kehematan sebanyak 374 kalimat (52,25%); dari aspek kelogisan sebanyak 383 kalimat (53,49%); dari aspek pilihan kata sebanyak 482 (67,31).
Penguasaan materi berdsarkan komponen kalimat efektif diketahui bahwa (1) secara individual sebanyak  17 responden atau 35,33 % dikatakan mampu pada aspek kelengkapan, (2) sebanyak 13 responden atau 27,08% dikatakan mampu pada aspek kehematan (3) sebanyak 22 responden atau 25% dikatakan mampu pada aspek pilohan kata(diksi)
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa Kemapuan Menulis Kalimat Efektif Siswa kelas IX SMP Negeri  I Lainea secara klasikal berada dalam kategori tidak mampu, karena tidak mencapai 85% yang mempunyai 65%. Dalam hal ini hanya mencapai 16,67% (8 responden).


       BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahn dengan sikap terbuka. Dengan kata lain, pendidikan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)
Sasaran dibidang pendidikan diarahkan untuk peningkatan mutu pendidikan itu sendiri, baik pada pendidikan formal maupun pada lembaga pendidikan nonfarmal. Untuk meningkatkan mutu pendidikan ini, maka perlu adanya upaya untuk peningkatan metode pengajaran, sebab mengajar merupakan tantanga ynag dihadapi setiap orang yang berkecimpung dalam profesi keguruan dan pendidikan. Banyak upaya yang dilakukan, banyak pula keberhasilan yang tekah dicapai meskipun disadari bahwa apa yang belum dicapai belum sepenuhnya memberikan prestasi yang menggembirakan sehingga menuntut renungan, pemikiran dan kerja keras untuk mmecahkan masalah- masalh yang dihadapai dalam bidang pendidikan h=khusunya dalma sekolah Menengan Pertama (SMP).
Di dalam masyarakat medern seperti sekarang ini makin dirasakan potensi sebagai alat komunikasi. Dalam berintegrasi dengan masyarakat di sekeliling mesti menggunakan bahsa sebagai  mediumnya. Semua orang menyadari bahwa intereaksi dan segala kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Kemampuan siswa SMP menggunakan bahsa indonesia sevara baik dan benar merupakn kunci kelancaran dan kesempurnaan dalam proses komunikasi.
Berdasarkan pernyataat tersebut , masalah kalimat merupaan hal  yang penting dan harus dikuasai oleh siswa SMP. Namun kenyataanya, pemahaman siswa terhadap kalimat efektif belum menunjukan hasil yang baik.
Kalimat dikatakan efektif, apabila mampu membuat proses penyampaian dn penerimaan itu berlangsung secara sempurna , kalimat efektif mampu membuat isi dan maksud yang disampaikan tergambar lengkap dalam pikiran si penerima(pembaca), persis yang disampaikan oleh penulis.
Pembelajaran kalimat efektif bedasarkan kurikulum berbasis kompetensi di SMP kelas IX memuat kompetensi dasar menyunting karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, pilihan kata, keefektifan kalimat, ketrpaduan paragraf, dan kebulatan wacana. Oleh karena itu, perlu mendapat perhatian serius dalam pembelajaran bahasa indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan kajian terhadap kemampuan siswa dlam menulis kalimat efektif.
Khususnya di SMP Negeri 1 Lainea, setelah dilakukan observasi awal diperolh informasi bahwa kemampuan siswa dalam menulis kalimat efektf belu mampu, untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif dalam Karangan Siswa Kelas IX SMP Negeri I Lainea khusunya opada aspek kelengkaoan, kehematan, kelogisan dan pilihan kata.

1.2 Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka yang menjadi masalah dalam peneltain ini adalah “ Bagaimanakah kemampuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lainea?”
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemempuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan siswa  kelas IX SMP Negeri 1 Lainea.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1.    Dapat memberikan informasi faktual mengenai kemempuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan siswa IX SMP Negeri 1 Lainea
2.    Sebagai bahan masukan guru abhasa dan asatra indonesia dalam rangaka peningkatan kualitas pengajaran bahsa indonesia khususnya pengajaran kalimat efektif di kelas IX SMP Negeri 1 Laine
3.    Hasil penelitian ini digharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi peneliti dalam usaha- uasa penelitian lanjutan yang sifatnya lebih luasn dan mendalam.





       BAB II
                    KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pembelajaran Kalimat Efektif di Kelas IX SMP Berdasarkan Kurikiulkum Tingkat Satuan Pendidikan
    Tingkat Satuan Pendidikan
    Tujuan pembelajaran struktur kalimat bahasa indonesia adalah agar siswa SMP dapat memahami dan menafsirkan makna kalimat bahasa indonesia yang disesuaikan makna kalimat bahsa indonesia yang disesuaikan dlam konteks dan situasi. Purwo (1997:9) menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran stuktur kalimat bahasa indonesia adalah untuk memperlihatkan suatu sistem susunan kalimat bahasa indonesia atas fungsi- fungsinya, seprti subjek, predikat, objek dan keterangan, dengan mengetahui fungsi- fungsi kalimat itu seorang siswa SMP dapat membuat kaliamat yang baik dan banar
Pembelajaran kalimat efekti berdasarkan kirikulum berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas IX memuat kompetensi dasar menyunting karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf dan kebulatab wacana.
Untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis kalimat efektif digunakan analisis keseluruhan terhadap seluruh pelajaran yaitu kemempuan menulis kalimat efektif dalam karangan. Kriteria yang digunakan dikelas IX SMP Negeri 1 Lainea adalah kemampuan belajar secara klasikal dan kemempuan belajar secara individual . siswa dikatakan mampu belajar individual jiak mempunyai ketuntasa 65% sedangkan kemampuan klasikal jika secara keseluruhan siswa mempunyai rata- rata kemempuan 85 %( Dekdikbud).
2.1  pengertian Menulis
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan  lambang lambang grafik  yang     menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang laindapat membaca lambang- lambang grafik trsebut kalau mereka memahami bahasa da lambang- lambang garfik tersebut (Tarigan, 1982:21).
    Takala( dalam Ahmadi, 1999:24) berpendapat bahwa kegiatan menulis di dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah suatu proses menyusun , mencatat dan mengkomunikasikan makna dalam tatanan ganda, bersifat interaktif dan di arahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu tanda sistem konvensional yang dapat dilihat (dibaca) demi tercapainya tujuan tulisan itu,maka kadang kala guru memberikan pemahaman bahwa kegiatan menulis sangat berguna bagi kehidupan siswa untuk mengungkpkan perasaan atau emosi yang sesuai dengan menggunkan bahasa dalam mengungkapkan ide, pikiran dan pengalamanya melalui kegiatan menulis.
    Berbeda yang dikemukakan oleh Tarigan, dengan syafi’ie (1988:45), berpendapat bahwa menulis itu pada hakikatnya adalah menuangkan gagasan, pendapat, perasaan, kemauan dan informasi ke dalam tulisan dan kemudian mengemukakanya kepada oranga lain. Pendapat itu sejalan dengan dikemukakan oleh Widyamartaya (1990:9) bahwa menulis dengan keseluruhan rangakaian kegiatan dengan seseorang, mengungkapkan gagasan melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk di pahami seara tepat seperti yang dimaksud oleh penulis.
2.2 Kalimat
menurut Keraf (1984:167) bahwa kalimat adalah suatu bagian ujaran yang didahului oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya menunjukan bagian ujaran yang lengkap. Chaer (1998:377), kalimat adalah satuan bahasa yang berisikan pikiran atau amanat yang lengkap.
     Di samping itu juga kalimat ditentukan berdasarkan arti yaitu subjek (S) dijelaskan sebagai atau sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan dan predikat (P) sebagai unsur kalimat yang membincarakan subjek, objek (O) dijelaskan sebagai unsur kalimat yang menderita akibat tindakan tersebut kepada predikat dan keterangan (K) dijelaskan unsur kalimat ynga memberi keterangan kepada predikat( Ramlan, 1987: 13).
2.3 Unsur- unsur Kalimat
    Keefektifan suatu kalimat ditentukan pula oleh unsur kalimat yang dikembangkan serta kejelasan masing-masing unsur kalimat. Unsur- unsur kalimat yang dimaksudkan adalah senbagaimana dikemukakan oleh Razak (1992:37) seperti dibawah ini:
2.3.1 Subjek
    Subjek adalah unsur yang diperkatakan dalam sebuah kalimat. Lebih lanjut, bagian subjek kehadiranya ada yang berupa kata ada pula yang berupa kelompok kata(frasa).
Contoh subjek berupa kata:
Saya sudah mulai diproses oleh pihak yang berwajib.
Contoh subjek berupa kata:
Seekor serigala tiba-tuba muncul dihadapanku.
2.3.2 Predikat
    Predikat adalah bagian kalimat yang berfungsi memberitahukan apa, mengapa, atau bagaimana subjek itu. Seperti halnya juga subjek, kehadiran predikat ada ynag berupa kata, ada juga yang berupa frasa.
Contoh predikat yang berupa kata:
Budi mengangkat sebuah batu besar dengan tangnnya.
Contoh predikat yang berupa frasa:
Siswa-siwa itu mencoba memehami penjelasan pak guru
2.3.3 Objek
    Kalau bagian subjek dan predikat kebanyakan muncul secara eksplisit dalam kalimat, bagian objek tidakalah demikian halnya.tergantung pada jenis predikat kalimat.
Conth objek yag berupa kata:
Saya sedang menimba ilmu di sekolah ini .
Contoh objel berupa frasa:
Kami ditugasi membaca majalah sastra
2.3.4 Pelengkap
    Pelengkap pada dasranya mirip dngan objek, yaitu sama-sama terletak dibagian belakang predikat dan berkelas kata nomina. Perbedaanya objek dapat beruabah menjadi subjek sehinnga predikatnya berawalan pelengkap tidak dapat menjadi subjek.
Contoh:
Lewis memukul Tyson=objek
Hal itu merupakan masalah besar= pelengkap

2.3.5 Keterangan Kalimat
    Berdasarkan fungsinya daam kalimat keterangan dapat dibedakan:
1.    Keterangan kualitas
Contoh: penyanyi itu memnyanyi dengan suara yang merdu
2.    Keterangan tujuan
Contoh: mereka berlatih keras agar mendapat hasil yang maksimal
3.    Keterangan alat:
Contoh: lautan itu diseberangi dengan perahu
4.    Keterangan waktu
Contoh: penjahat itu sempat lari ke daerah terpencil
5.    Keterangan waktu
Contoh: Budi sarapan sebelum dia berangkat ke sekolah.

2.4 Pengertian Kalimat Efektif
    Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampaun untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada didalam pikiran pembaca dan penulis. Kalimat efektif sangat mengutamakan keefektifan informasi sehinnga kejelasan kalimat itu dapat terjamin
2.4.1 kesepadanan
    Kesepadanan  yaitu keseimbangan antara pikiran dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik (Mukti, 2002:8)
Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri, seperti yang tercantum di bawah ini:
1.    Kalimat ini mempunyai subjek dan predikat dengan jelas yang efektif.
Contoh:semua siswa di sekolah ini harus membayar uang SPP
2.    Tidak terdapat subjek yang ganda
3.    Kata penghubung anatar kalimat tidak dipaki pada kalimat tunggal
4.    Kaliamt tidak di dahului oleh kata yang
2.4.2 Kesejajaran
    Keefektifan kalimat banyak juga ditentukan oleh kesejajaran atau keparalelan bagian- bagian atau unsur- unsur yang terdapat dalam kalimat. Contoh:
Para peserta diskusi membaca makalah, memahami isinya, dan pembuatan sinopsis makalah yang diterimanya( kalimat tersebut tidak efektif kareana menggunakan gramatikal yang tidak sejajar. Seharusnya:
Para peserta diskusi membaca makalah, memahami isinya , dan membuat sinopsis makalah yang diterimanya
2.4.3    Kehematan
    Ada beberapa hala ynag harus diperhatikan dalam penghematan kalimat:
1.    penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek
2.    penghematan dapat dilakukan denagan cara menghindarkan kesinoniman dalam suatu kalaimat
3.    penghematan dapat dilakukan denagn cara menjamakan kata-kata yang berbentuk jamak

2.4.4    Kecermatan
Cermat adalah bahwa kalimat tersebut tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kalimat. Contoh:
Mahasiwa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah, seharusnya
Mahasiswa yang terkenal itu menerima hadiah

2.4.5    Kepaduan
Kepaduan yang dimaksud adalah kepaduan peryataan dalam kalimat sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
1.    Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
2.    Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen+ verbal secara tertib dalam kalimat yang berpredikat pasif persona
3.    Kalimat yang padu tidak perlu menyisipak sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita

2.4.6    kelogisan
kelogisan adalah bahwa ide kalimat itu dapat ditrima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaanyang berlaku.
contoh: a. Waktu dan tempat kami persilahkan
yang logis adalah sebagai berikut
a.    Bapak bupati kami persilahkan

2.4.7    Kelengkapan
Soedijito, 1990: 95 mengatakan bahewa keefektifan suatu kalimat ditentukan pula oleh pola unsur kalimat. Kelengkapan unsur kalimat meliputi beberapa hal:
(a)    Subjek tidak di dahului karta depan
1.    Dalam masyarakat Tolaki tidak mengenal sistem religi (tidak bersubjek)
Kalimat di atas tidak lengkap, supaya lengkap kalimat tersebut harus diubah menjadi:
1.    Masyarakat Tolaki tidak mengenal sistem religi
(b)    Predikat bkalimat jelas
Kalimat yang tidak berpredikat juaga tidak disebut kalimat yang efektif, karena unsur- unsur yang mendasari tidak lengkap
1.    Beberapa mahasiswa di luar kelas (tidak efektif)
2.    Bebarapa mahasiswa berada di luar kelas( efektif)
(c)    Bagian kalimat majemuk tidak dipenggal
1.    Pembangunan ruangan kelas belum dilaksanakan. Karena dana yang diusulkan belum turun
Kalimat dapat diubah menjadi:
1.    Pembangunan ruangan kelas belum dilaksanakan karena dan yang diusulkan belum turun
2.4.8    Pilihan Kata( Diksi)
Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata yang mana dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan , bagaimana membentuk pengelompokkan kata- kata yang tepat atau menggunakan ungkapan- ungkapan yang tepat, dan gaya mana ynag paling digunakan dalam suatu kalimat.
Berdasarkan pemaparan tersebut mengenai ciri-ciri kalimat efektif , peneliti hanya membatasi empat aspek yang akan di teliti yaitu (1) aspek kelengkapan; (2) aspek kehematan; (3)aspek kelogisan; (4) aspek pilihan kata atau diksi. Peneliti hanya meneliti empat aspek sebab dalam pengajaran bahasa indonesia untuk kalimat efektif di sekolah SMP Negeri I Lainea keempat aspek tersebutlah yang paling di tonjolkan dalam pengajaran kalimat efektif.











                     BAB III
METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
3.1 Metode dan Jenis Penelitian
3.1.1     Metode Penelitian
    Metode yang digunakan dalam peneliti ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Istilah deskriptif mengisyaratkan bahwa penelitian yang dilakukan semata- mata hanya untuk memberikan gambaran berdasarkan fakta atau fenomena kemampuan siswa kelas IX SMP Negeri I Lainea dalam menulis kalimat efektif  yang ditemukan di lapangan. Istilah kuantitaf mengisyaratkan bahwa data dalam penelitian ini merupakan angka – angka dan diolah berdasarkan prinsip- prinsip statistik.
3.1.2     Jenis Penelitian
Penelitian ini tergolong penelitian lapangan. Karena peneliti terlibat langsung dilapangan atau ke sekolah tempat sampel untuk mengumpulkan data penelitian.
3.2.     Populasi dan Sampel Penelitian
3.2.1     Jenis Penelitian
    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lainea yang tertdiri atas lima kelas yaitu IX A,IX B, IX C, IX D,  dan IX E.
NO                Nilai           Jumlah Siswa

1.                    50
             33

2.                    60             69
3.                    70             40
4.                    80              15
    jumlah            157
            Sumber : daftar nilai kelas IX SMP Negeri 1 Lainea
3.2.2     Sampel Penelitian
                    Tabel 2
                       Keadaan sampel




No                 Nilai          Jumlah siswa             Jumlah sampel
1                  50                  33                      17
2                  60                  69                      35
3                 70                  40                      20
4                 80                  15                       8
             jumlah                  157                   
                  80

3.3    Instrumen Penelitian
    Penelitian ini menggunakan instrumen tes tertulus yang berbentuk karangan, yaitu memberikan topik karangan untuk di kembangkan menjadi sebuah karangan, hasil pemberian tugas mengarang kepada responden itulah akan diperoleh data penelitian. Agar siswa lebih komunakatif, maka diteneukan petunjuk penulisan karangan sebagi berikut:
1.    Tuliskan identitas Anda di sudut kanan pada lembar pekerjaan Anda
2.    Buatlah kalimat efektif dalam karangan
3.    Panjang karangan minimal empat paragraf yang didalam paragraf sudah terdapat kalimat paragraf
4.    Setiap paragraf  hendaknya memiliki tiga kalimat, jadi jumalh paragraf dalam empat paragraf minimal 12 kalimat
5.    Waktu yang diberikan untuk menyusun karangan tersebut adalah 2 x 40 menit (2 jam pelajran)
6.    Pilihlah salah satu topik karangan berikut ini kemudian kembangkan menjadi sebuah karangan utuh
a.    Bencana alam
b.    Manfaat perpustakaan.
c.    Manfaat surat kabar.
d.    Lingkungan.
e.    Rencana setelah lulus SMP
3.4     Pengoreksian Data
    Langkah-langakah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.    Memberi kode pada setiapa lembar kerja sisiwa dengan memberi nomor urut
2.    Mengoreksi karangan siswa, karena ada mungkin sebagian kata atau kalimat tidak terbaca.
3.    Mengoreksi setiapa kalimat untuk menentukan unsur kelengkapan kalimat, kehematan, plihan kata (dikisi) yang tepat serta kelogisan kalimat dengan rambu-rambu kriteria sebagai
4.    Apabila panjang karangan tidak mencukupi 4 paragraf maka pekerjaan siswa tidak diperiksa
5.    Jika jumlah karangan tidak mencukupi 12 kalimat maka pekerjaan siswa tersebut tidak diperiksa

Untuk mengetahui kemampuan siswa membuat kalimat efektif dalam karangan dihitung dengan rumus sebagai sebagai berikut:
= skor perolehan x 100%                                                                                                                                                                           Skor maksimum
3.5  Teknik Analisis Data
    Data yang dikumpulkan, selanjutnya diolah menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif dengan presentase. Untuk mengetahui kemempuan siswa dalam menggunakan kalimat efektif dalam karangan siswa IX SMP Negeri 1 Lainea baik secra indivudu maupun klasikal dapat dilihat penggunaan rumus pada uraian berukit ini:
    Rumus ynag dipakai untuk menentukan  presentase kemampuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan secara individual adalah:
KI = Skor perolehan x 100%                                                                                                                                                                                     Skor maksimum
Untuk lebih jelasanya, berikut adalah tabel nilai kemampuan:
            Penilaian Kemampuan Individual
       Kemampuan            Skor              Presentasi  kemampuan
         Mampu           11-16               68, 75%- 100%
     Tidak mampu           1-10                6, 25%- 62,5 %







BAB IV
                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
    Hasil analisis data secara kuantitatif kalimat efektif pada karangan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lainea menggunakan data statistik atau angka- angka. Deskriptif hasil analisis data secara kuantitatif kalimat efektif berdasarkan aspek kelengkapan, kehenmatan, kelogisan, dan diksi kalimat.
4.1    Data Hasil Penelitian
Tabel
Hasil Penelitian Skor USeluruh Aspek dalam Menggunakan Kalimat Efektif dalam
Karangan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Lainea
No.Urut responden    Skor per aspek    TOTAL    PERSENTASE (%)    KEMAMPUAN
    U    H    D    L            M    TM
1    3    1    1    2    7    43,75%          
2    1    3    3    2    10    62,5%          
3    1    1    2    2    6    37,5%          
4    3    2    2    3    10    62,5%          
5    3    3    2    4    12    62,5%          
6    3    3    3    3    12    75%          
7    3    2    2    3    10    75%          
8    1    1    1    1    4    62,5%              
9    1    1    1    3    6    25%          
10    2    2    3    3    10    62,5%          
11    3    2    1    3    9    56,25%          
12    3    3    4    4    14    62,5%          
13    3    2    1    3    9    56,25%          
15    3    1    2    3    9    56,25%          
16    2    3    3    4    12    75%          
17    1    1    2    3    7    43,75%          
18    1    1    1    3    6    37,5%          
19    3    3    3    4    13    81,25%          
20    2    1    3    3    9    56,25%          
21    2    2    2    4    10    62,5%          
 22    3    3    3    3    12    75%          
23    3    1    1    3    8    50%          
24    3    3    4    2    12    75%          
25    2    3    1    4    10    50%          
26    3    3    4    3    12    81,25%          
27    2    1    1    1    5    31,25%          
28    2    1    1    1    5    31,25%          
29    2    3    2    3    10    62,5%          
30    3    3    3    1    10    62,5%          
31    2    1    1    2    6    37,5%          
32    2    1    1    1    5    31,25%          
33    2    1    1    1    5    31,25%          
34    2    2    3    3    10    62,5%          
35    2    1    1    1    7    43,75%          
36    2    1    1    2    6    37,5%          
37    2    2    2    3    9    56,25%          
38    2    1    1    2    6    37,5%          
39    2    3    3    2    10    62,5%          
40    2    2    2    1    7    43,75%          
42    2    1    1    2    6    37,5%          
43    2    2    2    2    8    50%          
44    3    3    2    2    10    62,5%          
45    1    1    1    2    5    31,25%          
46    2    1    2    2    7    43,75%          
47    3    3    2    2    10    62,5%          
48    2    1    2    2    7    43,75%          

Keterangan:
U: kelengkapan                    M: mampu
H: kehematan                    TM: Tidak Mampu
L: kelogisan
D: diksi
Berdasarkan data pada tabel di atas, terliaht bahwa persentase nilai kemampuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan sebagian besar sangat rendah. Secra keseluruhan, total skor terendah dicapai oleh responden adalah 14 (87,5%).
4.2     Deskripsi Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif dalam Karangan Siswa Per Aspek      
4.2.1     Deskripsi  Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif dalam Karangan Siswa pada Aspek Kelengkapan
    Dapat dijelaskan bahwa di antara 48 responden yang dijadikan sampel penelitian terdapat 19 responden yang mencapai nilai kemempuan minimal 65% dengan rincian sebagai berikut : 1 responden (2,08) yang memperoleh skor 4 dengan nila respondeni 100, 18 responden (37,5%) yang memperoleh skor 3 dengan nilai 75, 22 responden(45,83%) yang memperoleh skor 2 dengan 50, sisa responden yakni 7 responden (14,58%) memperoleh skor 1 dengan nilai 25.
4.2.2    Deskripsi  Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif dalam Karangan pada Aspek Kehematan
    Berdasarkan hasil pengolahan data tentang kemampuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan aspek  kehematan, menunjukan skor yang diperoleh berkisar anatara 1-3. Diperoleh skor vdan nilai aspek kehematan menunjukan bahwa kelas IX SMP Negeri 1 Lainea tidak mampu menggunakan kalimat efektif dalam karangan. Karena pada as[ek kehematan 27,08% ini berarti tidak mencapai 85% yang memiliki kemampuan minimal 65%.

4.2.3.     Deskripsi  Kemampuan Menggunakan Kalimat Efektif dalam Karangan Siswa pada Aspek Kelogian
    Berdasarkan hasil pengolahan data tentang kememuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan pada aspek kelogisan menunjukkan bahwa siswa kelas IX SMP Kelas I Lainea tidak mampu dalam mengguanakan kalimat efektif dalam karangan. Dikatakan demikian, karena kemempuan SMP Negeri I Lainea kelas IX pada kelogisan mencapai 47,91% ini berarti tidak mencapai 85% yang memiliki kemampuan minimal 65%.
4.1.4    Deskripsikan Kemampuan Menggunakan Kaliamt Efektif dalam Karangan Siswa pada Aspek Pilihan Kata (Diksi)
    Deskripsi perolehan skor dan nilai pada aspek pilihan kata menunjukkan bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lainea tidak mampu dalam menggunakan kalimat efektif dalam karangan. Karena, kemampuan SMP Negeri I Lainea kelas IX pada aspek pilihan kata mencapai 25% ini berarti tidak mencapai 85% yang memiliki kemampuan minimal 65%.
4.3.1.    Analisis Keseluruhan Aspek Penelitian
Berdasarkan uraian yang diuraika sebelumya, maka kemampuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan siswa kelas IX SMP Negeri I Alinea , dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1.    Kemampuan menggunakan kalimat efektif siswa  kelas IX SMP Negeri I Alinea pada aspek kelengkapan secara klasikal di kategorikan tidak mampu karena hanya memperoleh nilai 35, 33% yakni belum mencapai kriteria kemampuan minimal 85%
2.    Pada aspek kehematan secra klasikal dikategorikan tidak mampu karena hanya memperoleh nilai 13% yakni belum mencapai kemampuan minimal 85%
3.    Pada aspek kelogisan dikategorikan tidak mampu karena hanya memeroleh nilai 47,9% belum mencapai kemampuan minimal 85%
4.    Pada aspek pilihan kata secara klasikal dikategorikan tidak mampu karena hanya memperoleh nilai 25% yakni belum mencapai kriteria kemampuan minimal 85%
4.3.     Interprestasi Hasil penelitian
1. Kelengkapan Unsur Kalimat
        Data sebagian kalimat tidak lengkap unsur kalimatnya dalam karangan siswa.
a.    Dan pada keesokan harinya, kerusakan-kerusakan tersebut ternyata telah ditangani oleh pemerintah. Tidak lengkap karena pemakaian kata (dan) pada awal kalimat
b.    Dan Aku pun berkata “ Aku mencintai lingkunganku!”.  Kalimat tersebut diperbaiki menjadi: Aku pun berkata “ Aku mencintai lingkunganku!”

2. Kehematan
Data sebagian kalimat tang tidak hemat dalam karangan siswa adalah sebagai berikut:
a.    Akhirnya, setelah sebulan berlalau akhirnya limgkungan kami juga telah bersih, indah, juga , nyaman.
Kaliamat di atas tidak hemat diperbaiki menjadi:
a.    Akhirnya, setelah sebulan berlalu lingkungan kami juga telah bersih, indah juga nyaman.
3. Kelogisan
    Keefektifan klaimat terpenuhi apabila kalimat ynag digunakan mendukung kelogisan dalam klaimat.
a.    Kamu biasa mendapat nilai yang bagus dari buku-buku perpustakaan itu. Kalimat tersebut tidak logis karena nilai ynag bagus hanya dapat di berikan oleh guru bukan dari buku-buku perpustakaan. Buku per[ustakaan hnay memberikan kita ilmu.
4. Pilihan Kata
Data sebagian kalimat yang tepat penggunaan diksinya dalam karangan siswa adalah sebagi berikut:
a.    Setelah sudah dekat ulangan Gilang belajar giat terus sampe-sampe susi dikal belajarnya sama Gilang, karena dia senang membaca buku perustakaan
Kalimat di atas tidak tepat penggunaan diksinya karena menggunakan kata yang tidak baku dalam kalimat’ setelah sudah dekat’ dan kata ‘ sampe-sampe’. Kalimat tersebut menjadi: Menjelang ulangan, Gilang belajar giat bahkan dapat mengalahkan Susi, karena dia senang membaca buku perpustakaan.
    Berdasarkan pengamatan peneliti selama mengadakan penelitian, ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lainea tidak mampu menggunakan kalimat dengan efektif dalam karangan antara lain:
1.    Siswa jarang sekali berlatih menuliskan kalimat efektif
2.    Kosa kata yang mereka kuasai sangat sedikit sehingga pilihan kata yang mereka gunakan kadang- kadang tidak efektf
3.    Siswa menganggap remeh bahwa menulis kalimat itu gampang tanpa melihat struktur kalimatnya sehingga bnyak kalimat yang tidak lengkap yang menyebabkan kalimat tersebut tidak efektif
4.    Pembelajaran gru yang bel;um maksimal mengenai pembelajaran kalimat efektif sehingga siswa kurang memahami cara menggunakan efektif dal;am karangan








                   BAB V
                PENUTUP

5.1.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data, dari empat aspek yang diteliti tentang kemampuan menggunakan kalimat efektif dalam karangan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lainea, terdapat :
a.    Pada aspek kelengkapan, menunjukan bahwa pada 48 responden siswa kelas IX SMP Negeri I Lainea 19 responden (39,58%) masuk dalam kategori mampu, sedangkan 31 responden (64,58%) masuk dalam,  kategori tidak mampu
b.    Pada aspek kehematan 13 responden( 27,08%) mampu, 35 responden (72,91%) tidak mampu
c.    Pada aspek kelogisan 23 responden (47,91%) masuk dalam kategori tidak mampu
d.    Pada aspek pilihan kata diksi 12 responden(25%) masuk kategori mampu, 36 responden(75%) dalam kategori tidak mampu

5.2  Saran- saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut:
1.    Saran kepada siswa
Siswa hendaknya belajar blebih baik tentang penggunaan kalimat bahasa indonesia yang efektif, baik bahasa lisan maupuj dalam tulis
2.    Saran kepada guru
Pada guru SMP Negeri I Lainea, khususnya guru bahasa indonesia dan satra perlu meningkatkan latihan bahasa tulis( mengarang) untuk sampel (obyek) dengan menggunakan  kalimat efektif yang meliputi kelengkapan, kehematan, kelogisan, serta pilihan kata yang tepat (diksi), sehingga hasil karangan siswa akan lebih baik ada masa-masa yang akan datang
















                DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2001. Bahasa penyuluhan Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdiknas.
Ahmadi , Muksin. 1991. Penyusunan dan Pengembangan Paragraf Serta Penciptaan Gaya Bahasa.          Malang : YA 3 Malang.
Arikunto , Suharsimi. 2001. Prosedur penelitian. Jakarta . Rineka Cipta.
Chaer , Abdul. 1988. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia SMP. Jakarta : Bharata Karya Aksara .
Depdikbud. 1994. Kurikiulum Bahasa Indonesia SMP. Jakarta : Depdikbud.
Keraf , Gorys. 1980. Tata bahasa indonesia. Flores : Nusa Indah.
Mukti. 2002. Pengembangan Paragraf , Kalimat Efektif, Pilihan Kata( diksi) dan Tata Tulis (Ejaan). Bandung : Angkasa
Muliono , Anton. 1997. Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Jakarta: Djambatan
Parera, Jos Daniel. 1987.  Sintaksis : ilmu Bahasa Indonesia. Yogyakarta
Razak,  Abdul . 1992. Kalimat efektif (struktur , gaya dan variasi). Jakarta : Gramedia Pustak Alam
Rusyana , Yus. 1988. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan pendidikan. Bandung : Diponegoro.
Sande. 1991. Morfologi dan sintaksis Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud.
Sirait, Bistok. 1986. Pedoman Karang Mengarang. Jakarta : Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Soedjito. 1990. Kalimat Efektif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syafi’ie, Imam. 1988. Retorika  dalam Menulis. Jakarta : Depdikbud.
Tarigan , H.G. 1985. Pengajaran sistematis, Bandung Angkasa


  


  



Selasa, 22 Oktober 2013

Polisi Gadungan Tipu Guru SD Kendari, KP #

               
    Berkenalan dengan pria yang mengaku anggota kepolisian yang bernama Ipda M.Ali Yusuf melalui telepon seluler. Seorang wanmita berinisial Kt tertipu hingga 41 juta. Kasus ini bermula dari perkenalan wanita berusia 35 tahun yang berdomisili  di Kelurahan kemaraya. Kendari Barat melalui Hand phone sekitar agustus 2012 lalu dengan M.Ali yusuf yang mengaku sebagai anggota kepolisian RI berpangkat Inspektur dua ya juga bertugas di Palembang, Sumatera Selatan. Dari komunikasi intens itu , keduanya komitmen menjalin kasih jarak jauh, meski tak pernah sekalipun bertemu. Ali Yusuf juga mengiming-imingi akan menikahi Kt yang berprofesi sebagai guru disebuah sekolah dasar tersebut.
    Agar lebih meyakinkan, Ali mengatakan akan pindah tugas dari Palembang ke Kendari. Yakin korbanya telah percaya padanya, Asli kemudian mulai meminta sejumlah uang pada Kt. Transfer pertama terjadi Januari 2013 lalu saat Ali Yusuf meminta di kirimi uang 35 juta. Katanya akan digunakan sebagai biaya penggusuran mutasi. “transfer pertama itu dia minta dikirimi 5 juta rupiah, terus meminta ditransfer lagi 35 juta untuk biaya urus mutasi. Dia janji mau ganti. Pokoknya dia bilang duit itu harus diusahakan. Dia telepon saya tiap saat hanya untuk tanyakan kalau uang sudah ada. Saya ikut saja, waktu dia minta,” kata Kt.
    Keganjilan mulai dirasakan Kt beberapa hari lalu. Saat itu dia dihubungi seorang wanita yang bernama Ana dan mengaku adik Ali Yusuf. Ana mengabarkan bahwa Ali tewas tertembak oleh sesama rekanya saat sedang bertughas diluar kota. Untuk memastikan kebenaran tersebut, Kt meminta keluarganya untuk mencari tahu informasi penembakan anggota polisi atas nama M.Ali Yusuf   namun yang terungkap kemudian jika M. Ali Yusuf adaalah nama yang etrlibat dalam penipuan lainnya dan diberitakan pada salah satu situs media,”saya baca nama dan modusnya juga sama, kenalan lewat HP, terus pinajm uang untuk mutasi, akhirnya saya yakin kalau sudah kena tipu,” sesal Kt.
    Di tempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sultra, Kompol dolfi Kumaseh mengatakan, odus penipuan seperti itu bukanlah hal baru. Sebab beberapa waktu lalu, aparat kepolisian meringkus pelaku penipuan lewat HP dengan modus kirim pulsa.” Jangan mudah percaya orang yang belum jelas asal- usulnya. Waspada kalau belum kenal, apalagi kalu sudah berani minta duit,” himbauanya.

Calon Rektor Unhalu Minimal S3 #

                 

Salah satu syarat yang harus dipenuhi calon rektor Unhalu pada pemilihan rektor Juni mendatang adalah seorang calon harus berlatar belakang minimal lulusan doctor (S3).
    Selain berpendidikan minimal doktor untuk dapat mencalonkan diri sebagai rektor, juga harus sehat jasmani dan rohani. “ syarat ini merupakan keputusan senat unhalu, “ terang rektor Unhalu, Prof. Usman Rianse.
    Rektor berharap calon rektor unhalu periode 2012-2016 mendatang, semuanya telah teruji baik dari segi kesehatanya maupun psikisnya, karena Unhalu memiliki aneka ragam suku, budaya, ras dan agama yang harus tetap di pertahankan dalam hal kekeluargaan, harmonisan maupun kebersamaanya.
    Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak agar tetap menjalin hubungan silaturahmi sehingga pemilihan rektor tahun ini, berjalan lancar, damai dan sukses serta menghasilkan rektor yang berkualitas mapan dari segi emosional dan berkarakter dalam membangun Unhalu kedepannya.
    Ditanya soal kesiapanya, Usman menandaskan bersedia untuk kembali dipilh sebagai Rektor Unhalu Periode 2012- 2016 mendatang.
    “ Saya siap untuk dipilih kembali sebagai rektor unhalu pada pemilihan rektor mendatang,” ungkap Prof.Usman kepada sejumlah wartawan di kantornya pekan lalu.
    “ Ada dua hal yang kembali mendorongnya untuk maju sebagai rektor dua periode yakni karena manajemen kolektif yang telah terbangun di unhalu yang semakin baik,” ungkapnya.

Pengalaman saat pulang di tomia, wakatobi #

Kamis ,10 September 2013 lalu saya bergegas meninggalkan kota Kendari menuju kampung halamanku WAKATOBI. Perjalanan begitu melelahkan karena jarak yang ditempuh memakan waktu satu hari satu malam dengan menggunakan kapal kayu. Meskipun Dalam perjalananku kesana sangat sesak dalam kapal yang berdesak-desakan namun semuanya terobati dengan pemandangan laut dan pulau-pulau kecil yang terlihat dari kejauhan dengan pasir putih di sekitaran pulau-pulau tersebut.
Setiba dirumah saya disambut dengan hangat oleh keluarga dan tetangga rumah, banyak hal yang kualami dalam pulangku saat itu, tiba malam hari saya dan kakaku menjaga kios dan cerita-cerita di teras rumah. Besoknya saya bersama keluarga mengunjungi pulau onemoba”a yang terdapat diwisatawan di pulau Tomia.
Pemandanganya ynag indah membuat kami tidak ingin pulang karena di pulau tersebut pemandangannya begitu menarik hati, dengan pemandangan pasir putih yang cerah, pohon-pohon kelapa yang banyak berjejer di setiap sudut dan memberikan warna kehijauan yang jika dilat dari jauh sangaat indah dan menawan.
Kemudian kami bakar-bakar ikan sampai sore sekalian mengambil gamabar besama keluarga untuk  kenangan mengunjungi pulau terdsebut. Setelah bakar-bakar ikan kami  turun berenang dengan kedalam yang terjangkau oleh masing-masing perenang yang berenag.
Setelah selesai semua melakukan kegiatan masing-masing istirahat sejenak menghilngkan kelelahan karena seharian banyak melakukan aktivitas wisata. Usai istirahat kami bergegas meninggalkan pulau onemobaa dengan dua spit, selesai disana kami langsung isturahat dan bercerita nemuji keindahan pulau tersebut dengan riangnya.
Jadi, bagi semua ynag belum pernah di sana silahkan anda mencoba untuk diving dan melakukan hala lainnya  dengan pemandnagan yang begitu mempesonanya dan pasti menarik perhtian para wisatawab yang datang dari wisatawan dari luar kota maupun luar negeri.