SELAMAT DATANG

Selasa, 19 November 2013

analisis majas puisi "DOA" Chairil Anwar#

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

(13 November 1943)
Penggunaan Majas Pada Puisi “DOA” Karya Chairil Anwar

Berikut adalah penjelasan tentang penggunaan majas pada puisi “DOA” karya Chairil Anwar.
kepada pemeluk teguh
>> Pada baris tersebut menggunakan  majas metafora karena baris tersebut dimaksudkan “kepada Tuhan”
Tuhanku,
dalam termangu,
 aku masih menyebut nama-Mu
>> Pada bait tersebut menggunakan majas asonansi karena terdapat perulangan vocal yang sama.
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
>> Pada bait tersebut…….
cayaMu panas suci
>> Pada baris tersebut terdapat  majas hiperbola karena baris tersebut menyatakan hal yang berlebih-lebihan.

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
>> pada baris tersebut ……….
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
>> Pada bait tersebut mengandung majas juga menggunakan majas hiperbola, karena bait tersebut menyatakan hal yang berlebih-lebihan.
Tuhanku,
Aku mengembara di negeri asing
>> Pada bait tersebut tidak menggunakan majas, karena bait tersebut menggunakan bahasa sehari-hari.
Tuhanku,
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
>> Pada bait tersebut……………

1 komentar: